Pengenalan Komponen Pada Handphone
Pendahuluan
Didalam perangkat handphone banyak komponen yang digunakan seperti: Transistor,
IC (Intergrated Circuit)atau bisa di sebut juga chip, Dioda, dan sebagainya.
Untuk dapat mengerti bekerjanya rangkaian pada perangkat handphone maka harus
dipelajari dulu sifat dari komponen-komponen yang penting. Pada bab ini akan
dibicarakan komponen-komponen yang terdapat pada perangkat handphone secara
garis besar dan bekerjanya rangkaian yang penting.
Komponen yang terdapat pada perangkat handphone dapat di klasifikasikan menjadi
dua bagian, yaitu komponen internal dan external.
Komponen internal adalah komponen yang terdapat pada mesin handphone, dimana
komponennya terpasang pada papan PCB (Printed Circuit Board). Komponen internal
dapat digolongkan sebagai berikut, yaitu:
Komponen pasif
Yang dimaksud dengan komponen pasif adalah komponen-komponen elektronik yang
tidak dapat menghasilkan tenaga apabila dialiri listrik.
Beberapa contoh komponen yang termasuk pasif adalah: tahanan (Resistor),
Kapasitor (kondensator),dan sebagainya.
Resistor
Tahanan listrik dalam bidang elektronika disebut juga resistor atau resistance.
Dalam bahasa belanda dikenal dengan nama Werstand (basa aki2 nih).
Tahanan listrik adalah komponen yang paling banyak dipergunakan dalam rangkaian
elektronika ,hal ini di sebabkan karena sifat dan fungsi dari tahanan itu
sendiri.
Besar kecilnya nilai tahanan dapat dinyatakan dengan satuan Ohm atau ditulis
dengan huruf latin Ω (omega) dan notasinya ditulis dengan huruf R. misalnya
R100K = 100.000Ω = 100Kilo Ohm.
Lambang dari tahanan adalah seperti pada gambar di bawah ini:

Fungsi
dari pemasangan tahanan (resistor) dalam suatu rangkaian adalah:
sebagai
pembatasan atau pengatur arus.
Sebagai
pengatur tegangan.
Sebagai
pembagi tegangan.
Kondensator
Seperti
halnya resistor, kondensator termasuk salah satu komponen pasif yang banyak
dipergunakan dalam rangkaian elektronika.
Kondensator
dalam bidang elektronika disebut juga kapasitor atau condenser.
Kapasitor
berasal dari kata Capasitance atau kapasitas yang artinya adalah kemampuannya
untuk menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu.
Pada
Handphone modern kapasitor yang biasa di pakai sudah berupa SMD (surface Mount
Device) . Kapasitor SMD dengan kapasitor yang biasa kita lihat pada pesawat TV
jelas berbeda ukuran namun memiliki fungsi yang sama.
Kapasitor
dibagi dalam jenis, yaitu:
Kapasitor
Bipolar:
Adalah
kapasitor yang memiliki 2 kutub polaritas positif dan negative dalam hal
pemasangan kapasitor jenis ini harus memperhatikan kutub-kutubnya dan tidak
boleh terbalik.
Kapasitor
Nonpolar:
Adalah
Kapasitor tanpa kutub yang memiliki fungsi menyimpan muatan listrik sementara.
Hanya saja kapasitor ini boleh dipasang sembarangan alias tidak perlu memperhatikan
kutub-kutubnya.
Besarnya
kapasitasnya kondensator dinyatakan dengan satuan farad (F) dan notasinya
ditulis dengan huruf kapital C.
Nama
farad diambil sebagai tanda penghargaan kepada seorang pencipta kondensator
yang bernama Michael Faraday.
Dalam
praktek biasanya satuan Farad (F) dianggap sangat terlalu besar, sehingga dalam
pemakaiannya satuan farad diperkecil menjadi:
Mikro
Farad disingkat µF
Nano
Farad disingkat nF
Piko
Farad disingkat pF
Perbandingan
satuan-satuan tersebut adalah:
1
Farad (F) = 1.000.000 µF (µF=mfd)
1
mikro Farad (µF) = 1.000 nF
1 nano
Farad (nF) = 1.000 pF
Tujuan
penggunaan kondensator dalam suatu rangkaian elektronika adalah dengan maksud:
Sebagai
dekopling antara rangkaian yang satu dengan yang lainnya (pada rangkaian Power
Supply).
Sebagai
filter dalam rangkaian Power Supply.
Sebagai
pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna dan RF(Radio Rrequency).
Menghilangkan
bouncing/Spike (loncatan api) bila dipasang pada saklar.
Lambang
Kapasitor adalah seperti gambar berikut ini:
Gambar
Kapsitor Bipolar

Gambar Kapsitor Nonpolar

Komponen
aktif
Yang
dimaksud dengan komponen aktif adalah komponen elektronika yang bila dialiri
aliran listrik atau signal akan menghasilkan tenaga.
Yang
termasuk dalam komponen aktif diantaranya adalah: Dioda Semikonduktor,
Transisitor, Intergrated Circuit/Chip (IC).
Dioda
Semikonduktor
Dioda
adalah suatu bahan semikonduktor yang dibuat dari bahan yang disebut PN
Junktion yaitu suatu bahan campuran yang terdiri dari bahan positif (P type)
dan bahan negative (N type).
Bahan
positif (P type) adalah bahan campuran yang terdiri dari Germanium atau Silikon
dengan Aluminium yang mempunyai sifat kekurangan electron dan bersifat positif.
Bahan
negative (N type) adalah bahan campuran yang terdiri dari Germanium atau
Silikon dengan Fosfor yang mempunyai kelebihan electron dan bersifat negative.
Apabila
kedua bahan tersebut dipertemukan maka akan menjadi komponen aktif yang disebut
Dioda.


Pada
gambar terlihat bagian yang terdiri dari bahan P type akan membentuk kaki yang
disebut kaki Anoda dan bagian yang terdiri dari bahan N type akan membentuk
Katoda. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dioda adalah
komponen yang memiliki 2 buah kaki seperti terlihat pada symbol dibawah ini.

Pada
dioda, arus listrik hanya dapat mengalir dari kutub Anoda ke kutub Katoda
sedangkan arus yang mengalir dari Katoda akan ditahan oleh bahan katoda.
Dengan
adanya prinsip seperti ini Dioda dapat dipergunakan sebagai:
Penyearah
arus.
Pengamanan
arus
Pemblokir
arus
Penurun
Tegangan
Info
lebih tentang Dioda
Transistor
Kalau
kita perhatikan hampir dalam setiap rangkaian elektronika masa sekarang ini
banyak di jumpai satu atau beberapa buah komponen yang bentuknya kecil dan
warnanya hitam yang dilengkapi dengan 3 buah kaki. Komponen tersebut dinamakan
transistor. Transistor tersebut termasuk juga dalam jenis komponen aktif.
Nama
transistor berasal dari kata transfer dan resistor, transfer artinya
mengalihkan atau membuat perubahan sedangkan resistor adalah suatu bahan
penghambat arus listrik.
Jadi
arti dari transistor adalah merubah bahan yang tidak dapat menghantarkan aliran
listrik menjadi bahan penghantar atau setengah penghantar atau disebut juga
bahan semikonduktor.
Transistor
pada umumnya dipergunakan sebagai penguat atau amplifier.
Seperti
juga halnya dengan dioda, transistor juga dibuat dari bahan germanium, silicon
dan indium atau iridium.
Transistor
sendiri sebenarnya adalah hasil pengembangan dari 2 buah dioda jenis PN dan NP
yang dipertemukan sehingga akan membentuk atau elektroda yang berfungsi sebagai
pengontrol pertemuan antara bahan PN dan NP tersebut.
Transistor
dibagi menjadi beberapa jenis diataranya nampak pada simbol gambar:
Transistor
di bawah ini bertipe PNP

Transistor di bawah ini bertipe NPN

Fungsi dari transistor:
Sebagai Penguat
Sebagai Saklar elektrik otomatis
Untuk modulasi sinyal
Penstabil tegangan
Info
lebih lanjut tentang transistor
IC
(Intergrated Circuit).
Perkembangan
teknologi elektronika telah berkembang dengan pesatnya. Hal ini ditandai dengan
bermunculannya produk-produk baru yang disebut Intergrated Circuit (IC).
Komponen IC tersebut dibentuk dari beberapa macam komponen dirangkai menjadi
satu rangkaian yang terintergrasi dalam bentuk sebuah chip.
Dengan
memasang beberapa buah komponen IC telah memungkinkan seseorang dapat
menciptakan suatu perangkat elektronika yang modern seperti computer dan yang
lainnya.
Bentuk
fisik dari komponen IC adalah kecil dan berwarna hitam yang dibuat dari bahan
silicon.
Berbeda
dengan transistor, sekalipun bentuknya kecil, IC memiliki banyak kaki.
Banyaknya kaki tergantung dari banyaknya komponen yang membentuk IC tersebut.
Fungsi
dari IC tentunya akan bermacam-macam tergantung rangkaian yang
diintergrasikannya itu. Perkembangan IC Handphone
Perkembangan
teknologi Hanphone pada generasi sekarang begitu pesat, sehingga fungsi
handphone makin canggih dengan tambahan-tambahan fitur seperti kamera digital,
radio, lcd berwarna dengan resolusi tinggi dll.
Pada
handphone generasi lama ukurannya begitu besar, padahal belum terdapat
fitur-fitur canggih di dalamnya. Mungkin yang kita bayangkan sebelumnya jika
handphone di tambah fitur-fitur canggih maka ukuran handphone akan makin besar.
Dengan
kemajuan teknologi semikonduktor yaitu IC (Intergrated Circuit) ukuran
Handphone makin kecil padahal terdapat tambahan-tambahan fitur didalamnya. Hal
tersebut di sebabkan rangkaian system handphone sudah banyak yang di gabungkan
di dalam satu IC, sehingga sudah tidak lagi membutuhkan tempat yang besar. Akan
tetapi bila bermasalah pada salah satu system tersebut, maka harus diganti
keseluruhannya karena sudah dibuat satu packing.
IC
yang paling banyak dipasaran diantaranya:
UEM
Pada
ponsel Nokia terdapat IC UEM (Universal elktronik module), pada IC tersebut
merupakan gabungan subsistem :
Power
supply
Control
charging
UI
driver
Multy
mode converter
Audio
amplifier
Eeprom
Booster
SIMCard
Dll
Helga
dan Mjoiner
Pada
ponsel nokia terdapat IC Helga dan Mjoiner, pada IC tersebut merupakan gabungan
subsistem:
Processor
RF
LNA
(low noise Amplifier)
CCONT
IC
CCONT terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC
tersebut merupakan gabungan subsistem:
Power
Supply
Booster
Sim Card
COBBA
IC
COBBA terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC ini
terdapat SubSistem DSP (Digital Signal Proccesor) yang meliputi:
Multy
Mode Converter (A/D-D/A Converter)
Audio
Proccesor
Hagar
IC
Hagar terdapat pada ponsel nokia type lama seperti:3310,8210,2100. pada IC ini
terdapat SubSistem Proccesor RF (Buffer)
Komponen
Eksternal
komponen
external adalah komponen yang terdapat pada handphone, dimana komponennya
terpasang di luar papan PCB (Printed Circuit Board).komponen external dapat
diklasifikasikan dalam beberapa bagian, yaitu:
Komponen
UI (User Interface)
Keypad/Keyboard
Keyboard/keypad
adalah alat perintah kepada sistem baseband, dimana perintah-perintah tersebut
untuk meng-input alfanumerik dan grafis, diantaranya:
Tombol
on/off
Tombol
untuk mengetikan angka, huruf.
Tombol
perintah dari pengguna (menu
Mikrophone/MIC
Input
suara yang dihasilkan oleh suara manusia akan diterima oleh mikrophone/Mic.
Dimana gelombang suara tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik
untuk diteruskan kepada sistem audio prosesor lalu dipancarkan menjadi sinyal
RF.
Earpeace/Speakers
Output
pada audio proccesor masih berbentuk gelombang elektromagnetik dan akan di
teruskan ke sebuah earpiece/speaker untuk dirubah menjadi getaran suara yang
akan merambat pada udara agar dapat didengar oleh telinga manusia. Gelombang
rekuensi yg dihasilkan Earpiece adalah 20Hz sampai 20kHz saja.
LCD
Lcd
merupakan alat media informasi yang berbentuk tampilan layar pada ponsel. Lcd
terdapat berbagai macam model, pada ponsel type lama lcd masih hitam putih dan
pada ponsel sekarang sudah berwarna dimana sistem pewarnaannya pun berbeda-beda
kualitasnya tergantung dari banyaknya warna yang akan tertampil dan banyaknya
sel pada layar tersebut yg biasa disebut pixel.
Buzzer
Alat
output yang berfungsi untuk mengubah gelombang elektromagnetik yang di berikan
oleh baseband menjadi gelombang suara yang merambat pada udara dimana rambatan
gelombang tersebut akan terdengar oleh manusia sebagai music tandanya telepon masuk
atau sms masuk.
Vibrator
Vibrator
merupakan motor listrik kecil (dinamo) yang mempunyai bandul yang tidak
seimbang, disaat bandul tersebut berputar dengan cepat, maka akan menghasilkan
getaran lembut yang akan terasa oleh kita. sangat berguna sebagai isyarat
panggilan masuk jika HP tidak ingin dibunyikan oleh Buzzer.
LED
Berfungsi
sebagai penerangan pada layar tampilan (LCD) juga pada keypad. Led merupakan
dioda yang akan menghasilkan cahaya jika diberi muatan listrik oleh bagian
baseband dalam sistem Handphone.
Infra
Red
Infrared
dapat difungsikan sebagai media pengiriman data ataupun penerimaan data,
prosesnya yaitu dengan menggunakan signal infra merah ponsel dapat di
koneksikan dengan komputer ataupun kepada ponsel lain.
Bluetooth
Bluetooth
fungsinya sama dengan inframerah hanya saja pada bluetooth menggunakan sistem
radio untuk pengiriman ataupun penerimaan data. Kualitas bluetooth lebih baik
ke timbang menggunakan infra red karena bluetooth dapat di gunakan pada jarak
yang cukup jauh bahkan bisa mencapai 1kilometer dan tidak terpengaruh oleh
halangan – halangan.
Kamera
Berfungsi
mengabadikan objek gambar diam maupun bergerak untuk di simpan kedalam memory.
Pada sebuah HP modern keberadaan kamera digital sudah tidak asing lagi.
Komponen
Konenksi
Komponen
koneksi adalah komponen yang akan mengkoneksikan dengan alat lain, seperti
charge, kartu sim, dll.
Konektor
Battrey
Konektor
battery alat yang menghubungkan battery dengan mesin ponsel.
SIM
Reader Connector
Simcard
reader adalah komponen untuk mengkoneksikan kartu SIM kepada mesin ponsel.
Plug
In
Plug
in adalah komponen untuk mengkoneksikan trafo charge, handsfree, kepada mesin
ponsel.
Rubber
Connetor
Rubber
terbuat dari karet silicon yang mempunyai serat penghantar untuk mengkoneksikan
LCD atau biasanya digunakan untuk mengkoneksikan Microphone ke PCB.
Fleksibel
Fleksibel
merupakan sebuah alat penghatar seperti kabel, hanya saja terdapat banyak
jalur. Fleksibel biasanya digunakan untuk mengkoneksikan LCD ke PCB.
Keytone
keytone
adalah alat untuk menghubungkan interface keypad, bahan yang menghubungkannya
ada yang menggunakan bahan karbon dan terbuat dari seng. Biasanya yang terbuat
dari karbon sering kali rusak.
U.E.M/UEM singkatan dari Universal Energy
Management.
Didalam UEM terdapat beberapa sirkuit yang berperan penting bagi ponsel.
Berbeda dengan Nokia gererasi DCT3, UEM adalah gabungan dari beberapa ASICs
(Application Specific Integrated Circuits) seperti: CCONT, COBBA, CHAPS dan UI
DRIVER.
Beberapa spesifikasinya adalah:
* Crystal oscillator (32 kHz)
Setiap Sistem Ponsel dapat ditemukan Oscilator yang berukuran kecil yang mampu
menghasilkan denyut sebesar 32KHz. UEM yang akan memberikan tegangan dan
mengendalikan Crystal Oscilator ini untuk selanjutnya diteruskan kepada UPP.
* 32 kHz Startup RC oscillator
Disaat ponsel dalam keadaan Power-down, Clock dari RF Processor belum dapat
diberikan kepada UPP, agar ponsel dapat melakukan power-up dibutuhkan Clock
untuk Logic System kepada UPP. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan Sleep Clock
yang dihasilkan oleh Crystal Oscilator 32 kHz.
* Real time clock logic
Jam, Tgl, Alarm dibutuhkan Clock Logic yang diberikan juga oleh Crystal
Oscilator 32kHz.
* Regulator Baseband & RF
UEM diberikan tegangan utama oleh battery sebesar 3,7Volt (VBATT). UEM
mempunyai peran sebagai pendistribusi tegangan / regulator ke semua sistem
berdasarkan kebutuhan tegangan yang diperlukan di setiap sistemnya.
Berikut ini adalah pendistribusian UEM:
Regulator Baseband:
VCORE, berfungsi untuk pemrograman yang membutuhkan tegangan sekitar 1.0 – 1.8
Volt - 200mA ke UPP (VCORE DSP & VCORE MCU)
VANA, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 80mA untuk fungsi sistem
analog (Btemp, VCXO Temp)
VIO, berfungsi memberikan tengan sebesar 1.8 Volt – 150mA untuk Logic I/O
(Input/Output Logic: MMC Level Shifter, IR, IC Flash & SDRAM, Bluetooth,
LCD, ) dan UEM Logic.
VFLASH1, berfungsi memberikan tegangan utama sebesar 2.8 Volt – 70mA kepada IR,
Bluetooth, LCD, LED Driver dan tegangan kepada BSI.
VFLASH2/VAUX, berfungsi memberikan tegangan sebesar 2.8 Volt – 40mA untuk FM
Radio dan Accesories lainnya.
VSIM, berfungsi memberikan tegangan sebesar 1.8 – 3.0 Volt – 25mA untuk SIM
Card
Regulator RF:
VR1, memberikan tegangan sebesar 4.75 Volt – 10 mA kepada VCP
VR2, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 100 mA kepada: VRF_TX,
MODOUTP_G_TX, MODOUTM_G_TX, MODOUTP_P_TX, MODOUTM_P_TX,
VR3, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 20 mA kepada: VDIG, Out Clock
VCTXO (Osc 26MHz)
VR4, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada: VRF_RX, VF_RX,
VPAB_VLNA
VR5, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VPLL, VLO, VPRE,
VR6, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 50 mA kepada VRXBB
VR7, memberikan tegangan sebesar 2.78 Volt – 45 mA kepada: VCO,
* Charging functions
Proses pengisian battery pada ponsel dikontrol pula oleh UEM. UEM telah
menyimpan Charging Control didalamnya yang berfungsi sebagai pengaturan proses
pengisian Battery. Ponsel akan secara otomatis memutuskan arus dari charger
kepada Battery bila tegangan Battery telah mencapai batas tegangan maksimal
walaupun Charger masih terhubung kepada Ponsel, sebaliknya jika tegangan
Battery dibawah tegangan maksimal maka arus dari charger akan terus diberikan
kepada Battery.
* 11-channel A/D converter (MCU controlled)
Didalam UEM tersimpan 11Channels Analog to Digital Converter yang digunakan
untuk bandgap reference dan voltage reference, bagian ini yang akan mengukur
BSI, Btemp,Vcharge.
o Battery Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
o Charger Voltage Measurement A/D Channel (Internal)
o Charger Current Measurement A/D Channel (External)
o Battery Temperature Measurement A/D Channel (External)
o Battery Size Measurement A/D Channel (External)
o LED Temperature measurement A/D Channel (External)
* Interface FBUS dan MBUS
FBUS & MBUS digunakan untuk transfer data dari komputer ke ponsel, seperti
proses (Flash Programming), File Manager, dll. Data tersebut selanjutnya akan
masuk dan tersimpan pada UPP dan IC Flash.
* Security Logic (Watchdog)
Watchdog tersimpan di dalam UEM, pertama digunakan untuk controlling system
power-on dan power-down. Kedua digunakan untuk blok keamanan dan penyimpanan
IMEI, Watchdog akan mengontrol IMEI yang berada di ROM UEM dengan IMEI yang
tersimpan didalam IC Flash, bila terdapat perbedaan IMEI antara IMEI di UEM dan
IMEI di Flash maka Watchdog akan memberikan perintah Shutdown dalam waktu
13detik.
Contoh watchdog bisa terjadi apabila UPP mengenali IMEI yg tidak sinkron
seperti di bawah ini:
IMEI UEM: 35153200064744
IMEI IC Flash: 35153200147706
* FLASH memory untuk IMEI pada UEM
Didalam UEM terdapat tempat yang digunakan untuk menyimpan data IMEI dan Tuning
Values. Sifat penyimpanan data IMEI di UEM bersifat OTP (One Time Programming)
dimana data IMEI hanya dapat ditulis satu kali saja dan tidak dapat dihapus
atau diganti, oleh karena itu UEM bekas atau yang pernah dimasukan nomor IMEI
tidak dapat digunakan kepada Ponsel yang lainnya, terkecuali bila IMEI yang
berada di IC Flash dapat disamakan kembali dengan IMEI
Bila IMEI yang berada di UEM bermasalah atau korup maka UEM ini sudah tidak
dapat digunakan atau tidak dapat diperbaiki lagi! IMEI UEM yang korup dapat
dikenali dengan mudah
bila kita melakukan info pada box flasher dan tertera:
IMEI UEM: 351p32e%064724 << imei pada UEM ini sudah tidak menampilkan
data numerik lagi!
Tidak ada solusi apapun selain menggantinya dengan yang baru.
Pada kasus diatas biasanya ponsel nokia akan menampilkan IMEI ????????? bila
kita mengetikan kode berikut: *#06# <dimana IMEI yang berada pada UEM sudah
berbeda dengan IMEI yang seharusnya, walaupun hanya terdapat satu angka saja
yang berbeda. Hal ini menyebabkan ponsel tidak dapat menerima kartu sim(GSM)
dan akan mati otomatis dalam beberapa detik.
* IR interface level shifters
Digunakan untuk driver dan regulator Infra red, data tersebut selanjutnya akn
diteruskan kepada UPP.
* Interface LED, Buzzer dan vibrator
Vibrator, Keyboad LED, LCD LED dikendalikan oleh Subsystem UI Driver yang
berada didalam UEM. Perintah kepada UI Driver ini diberikan oleh UPP, UPP hanya
memberikan tegangan perntah yang sangat rendah sekali maka itu dibutuhkan
Driver agar dapat memberikan arus yang cukup kepada Vibrator, Keyboad LED, LCD
LED, buzzer, dan interface lainnya
* Audio codec
Earphone, Microphone, IHF Speaker, Handsfree dapat berfungsi karena terdapat
Subsistem Audio Codec yang tersimpan pada UEM. Subsistem ini berfungsi untuk
merubah signal data informasi digital menjadi signal Audio, agar signal audio
tersebut dapat didengar oleh manusia dibutuhkan penguatan (Audio Amplyfier)
sebelum diteruskan ke Speaker dan Microphone, signal Audio tersebut mempunyai
Frekuensi sebesar 20Hz sampai 20kHz.
* SIM interface
SIM Card merupakan komponen aktif yang mempunyai Microchip didalamnya, setiap
yang bersifat komponen aktif maka dibutuhkan supply tegangan kepadanya,
tegangan SIM Card diberikan oleh UEM dari Subsystem Regulator Baseband sebesar
1,8 Volt – 3Volt, sedangkan SIM Clock, SIM Reset, SIM I/O data diberikan
melalui Subsistem Interface, dimana SIM Interface telah menyimpan SIM Detector
dan SIM IF Driver
* Serial control interface (Cbus & Dbus Controled)
Bagian ini yang akan mengontrol interface penggunaan transmisi data antara UEM
dan UPP diterapkan melalui CBUS dan DBUS untuk MCU Subsystem yang tersimpan
didalam UPP.
* Auxiliary A/D converted (DSP controlled)
Sebagai alat bantu untuk konfersi signal analog menjadi signal digital yang
digunakan untuk pengendali DSP Subsystem yang tersimpan didalam UPP, bagian ini
akan berperan pada: Digital Speech Processing dan PDM Coded Audio.
* RF interface converters
Telah kita pahami sebelumnya bahwa Modul RF mempunyai karakter signal analog
sedangkan Baseband mempunyai karakter digital, agar kedua Modul ini dapat
berkesinambungan satu sama lain, dibutuhkan suatu konversi atau penerjemah
signal analog menjadi signal digital (A/D Converter) dan signal digital menjadi
signal analog (D/A Converter). RF Interface Converter biasa juga disebut Multy
Mode Converter yang merupakan rangkaian penghubung antara Modul RF dengan UPP.